Friday, 10 September 2010
Persiapan Bilqis menuju Cangkok Hati
Written by kampusciamis.com    Sunday, 14 February 2010 07:55    PDF Print E-mail
cangkok_hatiMasih ingat anak balita bernama Bilqis? Tim Cangkok Hati RSUP dr Kariadi berupaya meningkatkan berat badan Bilqis Anindya Passa,17 bulan, pengidap atresia bilier dengan memberi bubur setiap dua jam sekali.

Tim dokter berharap langkah ini dapat mendongkrak berat badan Bilqis dalam waktu singkat hingga sembilan kilogram (kg). Berat badan tersebut dinilai ideal untuk menjalani operasi cangkok hati.

Ibunda Bilqis,Dewi Farida, 37, mengatakan,berat badan anak keduanya fluktuatif. Untuk mencapai berat badan ideal, tim dokter memberikan asupan makanan setiap dua jam sekali.

“Asupan gizi yang masuk berupa bubur yang telah disaring lembut sehingga semakin mudah diserap,” ungkapnya kemarin.

Dia menambahkan, berat badan Bilqis sudah mencapai 8,4 kg. Meski demikian, Bilqis tetap harus menerima asupan tersebut mulai pukul 07.00– 20.00 WIB. Menurut ibu dua anak, tidak berfungsinya hati membuat penyerapan makanan menjadi tidak maksimal.

Pihak keluarga dan dokter terus berusaha supaya berat badan Bilqis naik.Selain itu, tim dokter berupaya menjaga kondisi kesehatan si buah hati tetap sehat. Ini dikarenakan beberapa hari belakangan Bilqis mengalami batuk dan pilek. Tim medis sudah melakukan fisioterapi terhadap batuk dan pilek guna memulihkan kondisi Bilqis.

Sebagai calon pendonor, Dewi terus mempersiapkan diri agar kesehatannya tetap stabil.Dirinya menghindari minum obat-obatan agar bisa menjaga kondisi tetap sehat.

Saat ditanya bagaimana kesiapan mentalnya menghadapi operasi, dia mengatakan secara psikologis dirinya telah menyiapkan kondisi mental sebelum ditetapkan oleh tim dokter sebagai pendonor. Keberaniannya juga didorong oleh besarnya dukungan masyarakat terhadap Bilqis.

“Sejak banyak dukungan dari masyarakat yang datang, tekad saya untuk menjadi donor sudah bulat. Semoga Bilqis segera dioperasi dan segera sembuh,” kata perempuan yang memanggil Bilqis dengan panggilan “Little Angel” ini.

Penggagas cangkok hati RSUP dr Kariadi Prof Dr dr AG Soemantri Hardjojuwono SpA (K) mengungkapkan, pemeriksaan sementara terkait kondisi pasien dan calon pendonor terus dipantau.

“Walaupun kondisi pasien masih flu,sudah diusahakan untuk mengatasi,” ungkapnya.

Usaha yang dilakukan di antaranya pembatasan terhadap pengunjung maupun kerabat yang ingin menengok Bilqis.Langkah ini ditempuh sebagai upaya perlindungan agar Bilqis tetap steril dan terbebas dari paparan virus.

“Kondisinya keduanya sangat baik. Semoga menjelang,saat,dan sesudah akan terus baik,” katanya.

Sementara itu, Bilqis yang mudah terpapar virus masih dijaga ketat dari kunjungan para pembesuk. Ini dikarenakan bocah ini rentan terkena virus yang dibawa orang sekelilingnya, termasuk keluarga. Tim dokter juga berkomitmen tidak masuk ke ruang perawatan Bilqis bila tidak ada keperluan medis. (okezone)
 

Add comment


Security code
Refresh

Terima kasih telah berkunjung ke website kami yang sederhana ini. Semoga tulisan kami bermanfaat bagi pembaca semuanya. Jika tulisan ini dirasa bermanfaat dan anda ingin mengkopi sebagian atau keseluruhan tulisan, dimohon menyertakan sumber www.kampusciamis.com kami akan sangat menghargainya. Tapi jika anda merasa dengan menyertakan sumber dirasa kurang pantas, maka silahkan meng-kopi tanpa menyertakan sumber. Semoga tulisan-tulisan yang ada dalam website ini berguna.

Masukan Alamat Email Anda untuk berlangganan Gratis:

Delivered by FeedBurner