| Pesantren di Tengah Kehidupan Masyarakat | ||||
|
Page 1 of 3 Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam (tafaqquh fiddin) dengan menekankan pentingnya moral agama Islam sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari-hari. Penyelenggaraan lembaga pendidikan pesantren berbentuk asrama yang merupakan komunitas tersendiri di bawah pimpinan kiai atau ulama dibantu oleh seorang atau beberapa orang ulama dan atau para ustadz yang hidup bersama di tengah-tengah para santri dengan mesjid atau surau sebagai pusat kegiatan peribadatan keagamaan, gedung-gedung sekolah atau ruang belajar sebagai pusat kegiatan belajar mengajar, serta pondok-pondok sebagai tempat tinggal para santri. (Mastuhu;1994)Dewasa ini hampir di setiap pesantren terdapat jenis-jenis pendidikan : (1) “Pesantren”, yang hanya mempelajari agama dengan kitab-kitab keagamaan klasik atau “Kitab Kuning” dan berbentuk nonformal, (2) Madrasah (sekolah agama), (3) Sekolah Umum, dan beberapa di antaranya (4) Perguruan Tinggi, baik agama maupun umum. Ketiga jenis pendidikan yang disebut terakhir ini berbentuk formal. Tetapi keempatnya hidup dalam satu kampus pesantren, dan oleh karena itu semua siswanya disebut santri. Mengenai kapan pesantren pertama didirikan, di mana dan oleh siapa, tidak dapat diperoleh keterangan yang pasti. Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Departemen Agama pada tahun 1984-1985 diperoleh keterangan bahwa pesantren tertua didirikan pada tahun 1062 atas nama Pesantren Jan Tampes II di Pamekasan Madura.( Depag RI,1985). Tetapi hal ini diragukan, karena tentunya ada Pesantren Jan Tampes I yang lebih tua, dan dalam buku Deparrtemen Agama tersebut banyak dicantumkan pesantren tanpa tahun pendirian. Jadi, mungkin mereka memiliki usia yang lebih tua. Tulisan ini tidak akan menelusuri sejarah mengenai kepastian pendirian pertama Pesantren seperti dimaksud, meskipun sulit dihindari dan sedikit terbahas juga. Tulisan ini hanya berusaha untuk: (1) menguraikan penyebaran dan perkembangan pesantren di Indonesia, (2) menjelaskan unsur-unsur Sistem Pendidikan Pesantren secara umum yang menjadi daya tarik dan modal juang yang tinggi untuk mendirikannya, melalui kajian pustaka hasil penelitian para pakar di bidangnya. Di samping itu, harus jujur bahwa tulisan ini tidak lebih dari sebuah ujian penerapan teori-teori ilmu sosial khususnya teori difusi yang sedang ditempuh. Oleh karena itu, bila dikatakan hanya menulis ulang temuan para pakar, hal itu tak jadi masalah. Namun mudah-mudahan ada manfaatnya. |








Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam (tafaqquh fiddin) dengan menekankan pentingnya moral agama Islam sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari-hari. Penyelenggaraan lembaga pendidikan pesantren berbentuk asrama yang merupakan komunitas tersendiri di bawah pimpinan kiai atau ulama dibantu oleh seorang atau beberapa orang ulama dan atau para ustadz yang hidup bersama di tengah-tengah para santri dengan mesjid atau surau sebagai pusat kegiatan peribadatan keagamaan, gedung-gedung sekolah atau ruang belajar sebagai pusat kegiatan belajar mengajar, serta pondok-pondok sebagai tempat tinggal para santri. (Mastuhu;1994)