| Pemanfaatan Manajemen dan Model Keputusan | ||||
|
|
Model-model pembantu keputusan yang dipakai dalam sistem dapat berupa model cerdas (intelligence model) untuk menemukan persoalan, model keputusan (decision model) untuk mengenali dan menganalisis penyesuaian yang mungkin dan berbagai model pilihan seperti model optimisasi (optimization model) yang memberikan suatu penyelesaian optimal atau metode pemuas untuk memutuskan atas sebuah penyelesaian yang memuaskan. Dengan perkataan lain, diperlukan berbagai ancangan analistis dan permodelan untuk memenuhi situasi yang memerlukan keputusan. Keanekaan model-model keputusan yang di butuhkan berarti bahwa sebuah SIM memiliki seperangkat model keputusan umum yang bermanfaat untuk banyak jenis situasi analisis dan keputusan serta seperangkat model yang sangat khusus untuk jenis-jenis keputusan tertentu pula. Ini adalah landasan model atau bank model (model bank) untuk SIM. Di samping model-model keputusan, juga diperlukan adanya model perencanaan dan perangkat lunak model perencanaan untuk membantu para manajer dalam fungsi merencana. Ini biasanya paling efektif bila manajer yang bersangkutan dapat memakai dialog manusia / mesin secara online untuk menyusun sebuah rencana. Model pengendalian diikutsertakan untuk memberikan laporan prestasi nyata dibandingkan dengan prestasi yang direncanakan atau ptrestasi standar dan untuk menganalisis alasan-alasan atas penyimpangan yang menyolok. |
| Last Updated ( Sunday, 31 January 2010 20:23 ) |








Tidaklah cukup bagi seseorang bila hanya menerima data mentah atau ikhtisar data sekalipun saja, harus ada suatu cara untuk mengolah dan menyajikan data sedemikian rupa sehingga hasilnya mengarah pada keputusan yang akan di ambil. Hasilnya haruslah mendorong pada keputusan. Metode untuk melaksanakan hal ini adalah mengolah data dalam bentuk model sebuah keputusan. Sebagai contoh (dalam bisnis) sebuah keputusan investasi dibandingkan dalam pengeluaran modal baru harus diolah dalam bentuk sebuah model pembelanjaan modal berdasarkan tingkat laba yang dipengaruhi kendala-kendala sehubungan dengan ukuran dan resikonya. Begitupula dalam dunia pendidikan sebuah keputusan penyelenggaraan, pengembangan, dan pembangunan dunia pendidikan dibandingkan dan dianalisis berbagai faktor yang saling berkait erat.